Review Film Keluarga Cemara 2

Film liburan yang ingin saya ganti judulnya menjadi “Gara-Gara Ayam”

Saya adalah sedikit penonton yang kecewa dengan cerita adaptasi pada Keluarga Cemara (2019) – salah satu film yang nilai akhirnya saya “kalibrasi” di akhir tahun 2019. Alasannya adalah ternyata keluarga Abah yang mula-mula diceritakan belum lengkap, karena Agil belum lahir. Selain itu, permasalahan yang dialami Abah diselesaikan dengan cara yang cenderung sederhana, begitu juga dengan potensi konflik dirinya dengan salah satu karakter antagonis pada serialnya. Ternyata, cerita keluarga Abah memang ingin dipusatkan pada keluarga mereka sendiri. Bagaimana keluarga yang dulunya hartawan memulai kehidupan kembali di lingkungan yang lebih sederhana. Sekuelnya yang kini ditulis Mohammad Irfan Ramly pun memiliki premis serupa. Tentang bagaimana keluarga Abah yang hendak bangkit dari pandemi kembali saling menemukan setelah sebelumnya terpisah kepentingan masing-masing.

Continue reading

Review Film Broker

Poster yang tampak menyenangkan, tetapi filmnya begitu mengharukan

“Coba nonton Shoplifters juga deh,” adalah salah satu tanggapan orang lain yang mendengar kekaguman saya akan Broker. Sebagai konteks, Broker dan Shoplifters (2018) lahir dari sutradara yang sama, Hirokazu Kore-eda. Tentu saya belum mengenal namanya, karena sang sutradara bukanlah alasan saya tidak ingin melewatkan film ini. Yang saya tahu, Broker sukses menyedot perhatian ketika ditayangkan di Festival Film Cannes. Ditambah lagi, film ini dibintangi oleh salah satu alumni Parasite, Song Kang-ho, dan IU (Ji-eun Lee) yang punya banyak penggemar. Ketika selesai menontonnya, saya merasa sangat wajar bila Broker mendapat standing ovation yang meriah di Cannes. Bahkan, saya merasa tidak rugi menontonnya dua kali di bioskop.

Continue reading

Multireview Edisi 11: 4 Film Bioskop Mancanegara Sepanjang Juni 2022

Tulisan ini didasari atas alasan yang sama dengan tulisan multireview sebelumnya, hanya saja kali ini memuat film-film dari luar Indonesia. Ketika mempersiapkan daftar film yang ingin saya masukkan di sini, ternyata keempat film berikut lumayan beragam dari sisi asal negara dan genre. Tidak percaya? Langsung saja kita lihat keempat film yang akan saya bahas singkat kali ini. Jika ada film bioskop penayangan Juni lalu yang tidak disebutkan di sini, alasannya pun sama. Boleh jadi saya belum menontonnya atau akan dibahas pada tulisan tersendiri setelah ini.

Continue reading

Multireview Edisi 10: 4 Film Bioskop Indonesia Sepanjang Juni 2022

Di bulan Juni lalu, ternyata daftar film yang saya tonton lumayan banyak. Sumbernya tentu dari pemutaran di bioskop dan layanan streaming, yang khusus bulan lalu ditambah beberapa judul dari pemutaran di festival. Karena urusan selain menonton film, waktu untuk merekap semua film pun menipis, dan hingga kini ulasannya belum sempat saya tulis. Sebelum ingatan saya akan setiap film kian menguap, maka saya akan merangkum ulasan empat film Indonesia yang bulan lalu saya tonton di bioskop. Apabila ada film yang belum saya sebut di sini, itu berarti antara karena memang saya lewatkan kemarin atau akan saya ulas khusus di artikel berikutnya.

Continue reading

Review Film Satria Dewa Gatotkaca

Mari sambut jagoan yang akan menyaingi Gundala

Jika di luar negeri sudah ada Marvel dan DC yang bersaing menyajikan film-film superhero, di dalam negeri, sejak bulan lalu kita pun resmi memiliki Jagat Sinema Bumilangit dan Jagat Satria Dewa. Jika Jagat Sinema Bumilangit sudah diinisiasi dengan Gundala (2019), maka giliran Jagat Satria Dewa yang kini memulai rangkaian film Satria Dewa dengan Satria Dewa Gatotkaca (yang berikutnya akan saya sebut Gatotkaca secara singkat). Gatotkaca merupakan film pembuka yang dibawakan dengan cukup menyenangkan, bahkan membuat saya ikut tertarik mengeksplor hubungan antar tokoh di semesta Satria Dewa selepas menontonnya. Walau demikian, memang harus diakui bahwa Gatotkaca masih memiliki banyak kekurangan, terutama dalam menyajikan momen laga.

Continue reading

Review Film Ngeri-Ngeri Sedap

Film yang bila semakin dipikirkan akan semakin mengharukan

Saya baru mengetahui nama Bene Dion Rajagukguk saat dirinya menulis naskah untuk beberapa episode serial Cek Toko Sebelah (dahulu sempat tayang di HOOQ, sekarang di Disney+ Hotstar). Setelah musim pertama dari serial tersebut tamat, Bene melakukan debut penyutradaraannya melalui Ghost Writer (2019) yang bagi saya lumayan berhasil. Lalu di tahun ini, Bene kembali dengan mengadaptasi novelnya yang berjudul sama, Ngeri-Ngeri Sedap. Mendapatkan berbagai respon positif sejak pertama kali tayang, ditambah judulnya yang semakin menjadi buah bibir berkat efek WOM (word of mouth) para penontonnya, saya ingin mengawali ulasan ini dengan sebuah pengakuan singkat. Bahwasannya, film terbaru dari rumah produksi Imajinari ini memang sangat layak menjadi salah satu film lokal terlaris di tahun ini.

Continue reading

Review Film The Roundup

Gilgamesh, tapi bukan Gilgamesh

Alasan saya tidak melewatkan The Roundup bulan lalu meski tidak menonton film pertamanya, The Outlaws (2017) adalah penampilan dari Don Lee atau Ma Dong-seok. Aktor yang kita kenal minimal dari Train to Busan (2016) dan Eternals (2021) ini dikenal dengan postur besar dan pukulannya. Pukulan Don Lee di film ini pun pasti dijadikan andalan kala menciptakan momen perkelahian yang menegangkan. Hanya saja, tokoh yang diperankannya kini tidak hanya seorang yang jago berkelahi, tetapi juga taktis dalam mengejar musuhnya yang “licin”.

Continue reading

Review Film Top Gun: Maverick

Sebuah sekuel dari film laris 36 tahun yang lalu

“Perlukah menonton film Top Gun yang pertamanya lebih dulu?” Pertanyaan tersebut sering terlontar kemarin saat saya dan beberapa teman membahas Top Gun: Maverick. Saya tentu berkata tidak perlu, karena ketika menontonnya saya tetap bisa menikmati aksi mengudara dari para tokohnya, begitu juga dengan ketegangan yang konsisten ditunjukkan sejak awal film. Bagi saya, para penonton baru sebenarnya cukup memiliki pengalaman menonton film laga dengan premis “menyelesaikan misi berbahaya”. Namun, saya berubah pikiran ketika akhirnya berkesempatan menonton Top Gun (1986). Jika kalian ingin menggali karakter Maverick lebih dalam, tontonlah juga film pendahulunya.

Continue reading

Review Film Fast and Feel Love

Salah satu komedi yang paling berhasil menghibur dengan cara yang tak terduga

Meski mendapatkan layar minim di bioskop beberapa bulan lalu, saya akan tetap mengenang Fast & Feel Love sebagai tontonan yang berhasil menghibur di tahun ini. Tanpa bekal pengetahuan akan karya-karya sebelumnya dari Nawapol Thamrongrattanarit, ternyata saya tetap bisa menikmati cara bercerita Nawapol pada film terbarunya ini. Poster film yang menirukan desain film-film The Fast and the Furious dengan tambahan footerhappy ending film” (yang ternyata adalah sebuah rumah produksi) semakin membuat saya penasaran akan jalan ceritanya. Ternyata, film yang dibintangi Nat Kitcharit dan Urassaya Sperbund ini adalah sebuah drama tentang belajar menjadi seorang yang dewasa dengan sisipan berbagai referensi yang ternyata berhasil ditempatkan dengan cocok.

Continue reading

Review Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Akhirnya Doctor Strange resmi mengajak kita jalan-jalan lintas universe

Lupa di mana, tetapi beberapa bulan sejak dirilisnya Avengers: Endgame (2019), saya membaca bahwa film berikutnya dari Doctor Strange tengah dipersiapkan dan akan menjadi film Marvel pertama dengan genre horor. Maka ketika Doctor Strange in the Multiverse of Madness mendapat komentar dari para penonton di hari pertama bahwa ceritanya mendadak horor, saya sudah mengantisipasinya. Pertanyaannya adalah, sehoror apakah film MCU yang kini disutradarai oleh Sam Raimi ini? Apakah hanya sebatas perang dukun antara Doctor Strange dan Scarlet Witch? Atau sampai melibatkan pertumpahan darah yang luar biasa?

Continue reading